Universitas Negeri Padang Akan Gelar Panggung Budaya Nasional pada Sumatera Rise Performance Art Festival 2025

Universitas Negeri Padang Akan Gelar Panggung Budaya Nasional pada Sumatera Rise Performance Art Festival 2025

Padang, Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Departemen Sendratasik, Fakultas Bahasa dan Seni, akan menggelar kegiatan berskala nasional bertajuk Sumatera Rise Performance Art Festival 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Drs. Wimbrayardi, M.Sn, dosen Departemen Sendratasik, bersama mahasiswa mata kuliah Manajemen Prodi Pendidikan Sendratasik, ini akan berlangsung pada 18–20 November 2025 di Kampus UNP Air Tawar, Padang.

Festival ini dirancang sebagai wadah apresiasi dan kolaborasi bagi mahasiswa seni, akademisi, dan seniman dari berbagai universitas di Pulau Sumatera. Rangkaian kegiatan yang akan digelar meliputi Panggung Budaya Nasional, Workshop “Pembuatan dan Memainkan Pupuik Gadang”, serta Seminar Nasional bertajuk “Manajemen Kesenian Tradisi dalam Budaya Global.”

Pada Panggung Budaya Nasional, berbagai perguruan tinggi dari Sumatera akan menampilkan karya seni unggulan daerah masing-masing. Daftar peserta di antaranya berasal dari:

  1. Aceh – ISBI Aceh dan Universitas Almuslim Bireuen,
  2. Sumatera Utara – Universitas Sumatera Utara (USU) Medan dan Universitas Negeri Medan (UNIMED),
  3. Riau – Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru,
  4. Jambi – Universitas Jambi (UNJA),
  5. Lampung – Universitas Lampung (UNILA), dan
  6. Sumatera Barat – Universitas Negeri Padang (UNP) selaku tuan rumah.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan Workshop “Pembuatan dan Memainkan Pupuik Gadang”, alat musik tradisional khas Minangkabau. Workshop ini akan dipandu oleh dua narasumber sekaligus instruktur berpengalaman, yakni Hendri Yusuf, M.Pd dan Harisnal Hadi, M.Pd. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memahami proses pembuatan serta teknik memainkan alat musik tradisional yang mulai langka tersebut.

 

Puncak kegiatan akan diisi oleh Seminar Nasional “Manajemen Kesenian Tradisi dalam Budaya Global”. Seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi seni ternama, di antaranya Dr. Syeilendra, S.Kar., M.Hum dari Universitas Negeri Padang, Dra. Rithaony Hutajulu, M.A dari Universitas Sumatera Utara, serta Dr. Angga Eka Karina, S.Pd., M.Sn. Para pembicara akan membahas strategi pelestarian dan pengelolaan seni tradisi di tengah arus globalisasi budaya.

Drs. Wimbrayardi, M.Sn selaku penggagas kegiatan, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga upaya memperkuat jaringan kerja sama antaruniversitas di Sumatera. “Kita ingin mengangkat seni tradisi lokal ke panggung nasional sekaligus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengelola event seni yang profesional dan berdampak,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs ke-11, Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan. Melalui kegiatan berbasis budaya dan pendidikan ini, UNP berkomitmen mendorong pelestarian warisan budaya serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan seni tradisi di era modern. Dengan semangat kolaborasi dan keberagaman, Sumatera Rise Performance Art Festival 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan seni pertunjukan Sumatera di tingkat nasional dan internasional. [HAH]

Hengki Armez Hidayat

Dosen Tetap Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *